Tipe Audit Yang Dilakukan Oleh Akuntan Publik

tipe audit

Tipe- Tipe Audit Oleh Akuntan Publik

Ditinjau dari jenis pemeriksaan, tipe audit dapat dibedakan menjadi beberapa tipe diantaranya audit laporan keuangan, audit operasional, audit kepatuhan, audit sistem informasi dan audit kecurangan

1. Audit Laporan Keuangan

Audit laporan keuangan adalah audit yang bertujuan menentukan apakah laporan keuangan secara keseluruhan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, karena asumsi dasar dari suatu audit laporan keuangan adalah bahwa laporan tersebut dapat dimanfaatkan kelompok-kelompok berbeda untuk maksud berbeda. Lingkungan bisnis merupakan konteks utama audit laporan keuangan. Konteks yang auditor berkepentingan setiap harinya adalah industri atau bisnis klien auditnya. Konteks yang ada di bisnis klien sangat mempengaruhi auditor dan audit dan menjadi komponen utama dari lingkungan yang audit laporan keuangan dilakukan. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dimuat dalam pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK).

Baca Juga: 5 Jenis Opini Audit Atas Laporan Keuangan

2. Audit Operasional (Operational Audit)

Audit operasional adalah audit yang dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas dari setiap bagian dalam prosedur dan metode operasi suatu organisasi. Umumnya pada akhir audit operasional, manajemen dapat meminta rekomendasi-rekomendasi untuk berbaikan atau peningkatan aktivitas operasi. Pada tipe audit ini (audit operasional), tinjauan yang dilakukan tidak terbatas pada masalahmasalah akuntansi, tetapi juga meliputi evaluasi terhadap struktur organisasi, pemanfaatan komputer, metode produksi, pemasaran, dan bidang-bidang lain yang sesuai dengan keahlian auditor. Pelaksanaan audit operasional dan hasil yang dilaporkan lebih sulit didefinisikan daripada jenis audit lainnya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya area yang berbeda yang perlu dinilai keefisienan dan keefektifannya, sehingga sangat sulit menetapkan suatu kriteria yang baku untuk penilaian dalam audit operasional ini. Kriteria yang digunakan untuk evaluasi informasi terukur dalam audit operasional cenderung bersifat subjektif. Auditor operasional cenderung memberikan saran perbaikan prestasi kerja dibandingkan melaporkan keberhasilan prestasi kerja yang sekarang. Audit operasional lebih merupakan konsultasi manajemen daripada pengauditan.

Baca Juga: Jenis- Jenis Jasa Yang Diberikan Oleh Auditor

3. Audit Kepatuhan (Compliance Audit)

Audit kepatuhan adalah audit yang bertujuan mempertimbangkan apakah auditee telah mengikuti prosedur, aturan-aturan dan regulasi tertentu yang telah ditetapkan pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi. Hasil audit ketaatan biasanya tidak dilaporkan kepada pihak luar, tetapi kepada pihak tertentu dalam organisasi. Oleh karena itu, audit seperti ini lebih sering dilakukan oleh auditor yang dipekerjakan oleh unit organisasi. Contoh audit kepatuhan adalah penentuan apakah personel akuntansi telah mengikuti prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh para pengendali perusahaan, pengkajian standar gaji apakah sudah sesuai dengan standar gaji yang berlaku umum, dan pengkajian perjanjian-perjanjian kontrak dengan bank atau pemberi pinjaman.

Baca Juga: Pengertian Opini Audit, Jenis Opini Audit dan Tahapan Pemberian Opini Audit

4. Audit Sistem Informasi

Audit sistem informasi adalah audit untuk mengevaluasi keandalan dari sistem pemrosesan informasi. Sistem-sistem komputerisasi yang sangat canggih saat ini umumnya digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan memproduksi informasi. Informasi yang bagus sangatlah penting bagi kesuksesan operasi. Oleh karena itu, audit sistem informasi diperlukan untuk memastikan kualitas informasi yang dihasilkan tinggi. Audit sistem informasi juga mengevaluasi integritas dari informasi yang dihasilkan oleh sistem ini. Untuk melaksanakan audit seperti ini seorang auditor harus memiliki keahlian khusus di bidang
teknologi informasi.

5. Audit Kecurangan (Fraud Audit)

Semakin banyaknya kecurangan-kecurangan yang terjadi belakangan ini baik dalam lingkungan bisnis maupun pemerintahan menciptakan permintaan yang besar terhadap spesialisasi-spesialisasi audit kecurangan. Auditor untuk audit kecurangan ini dilatih untuk menemukan dan mengkaji kecurangan pegawai dan manajemen. Auditor untuk audit kecurangan ini tidak hanya dilatih untuk menemukan pihak-pihak di dalam organisasi tapi juga pihak-pihak luar organisasi yang melakukan kecurangan terhadap organisasi. Contoh, auditor kecurangan yang bekerja untuk pemerintah adalah auditor yang bekerja di KPK dan juga PPATK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here