Temuan Audit

Kepala bagian audit harus menetapkan proses tindak lanjut untuk mengawasi dan memastikan bahwa tindakan manajemen telah diimplementasikan secara efektik atau bahwa manajemen senior telah menerima resiko untuk tidak mengambil tindakan.

Practice Advisory 2500. A1-1 dari Standar “Proses Tindak Lanjut” lebih jauh menyatakan:
Tindak lanjut oleh auditor internal didefinisakn sebagai sebuah proses untuk menentukan kecukupan, ekeftivitas, dan ketepatan waktu atas tindakan yang diambil oleh manajemen atas pengamatan dan rekomendasi penugasan yang dilaporkan. Pengamatan dan rekomendasi seperti ini juga mencakup yang dilakukan oleh auditor eksternal dan yang lainnya. (Sumber: Red Book 449.01.1)

Tanggung jawab untuk melakukan tindak lanjut harus didefenisikan dalam piagam tertulis aktivitas audit internal. Sifat, waktu dan luas tindak lanjut harus ditentukan oleh kepala bagian audit. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan prosedur tindak lanjut yang tepat adalah :

  • Signifikansi pengamatan atau observasi yang dilaporkan.
  • Tingkat Upaya dan biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi yang dilaporkan.
  • Risiko-risiko yang mungkin terjadi bila tindakan perbaikan gagal dilakukan.
  • Kompleksitas tindakan perbaikan.
  • Periode waktu yang terlibat.

Kelemahan yang dilaporkan, yang dianggap valid oleh manajemen, jelas telah menggambarkan resiko bagi perusahaan. Kondsi ini tetap menjadi resiko hingga selesai diperbaiki. Argumen yang menyatakan bahwa auditor tidak harus melakukan tindak lanjut atas tindakan perbaikan adalah bahwa mereka staff dan bukan lini.Auditor internal harus mengurangi risiko bagi perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here