Pengertian Bursa Efek dan 5 Instrumen Yang Diperdagangkan

bursa efek, saham, obligasi, right, obligasi konversi, waran adalah

Bursa Efek

Pengertian Bursa Efek

Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka. Di Indonesia sendiri memiliki Bursa Efek Indonesia yang mana dalam kegiatan di pasar modal bursa efek memiliki beberapa peran dimana salah satunya adalah menyediakan semua sarana perdagangan efek. Saham, Obligasi, Obligasi Konversi, Right, dan Waran adalah beberapa instrumen yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya akan dijelaskan secara sekilas mengenai instrumen tersebut.

Baca juga: Pengertian saham: Jenis, Karakteristik Saham dan Manfaat Membeli Saham

Instrumen di Bursa Efek Indonesia

Saham

Saham adalah tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Saham merupakan instrumen yang paling banyak diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Ada dua jenis saham, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham biasa adalah saham tanpa hak istimewa, misalnya atas deviden, dan sisa harta jika perusahaan dilikuidasi. Saham preferen merupakan gabungan antara obligasi dan saham biasa, artinya di samping memiliki karakteristik obligasi juga memiliki karakteristik saham biasa. Akhirakhir ini telah berkembang produk-produk pengembangan dari saham preferen misalnya adjustable rate preferred stocks (ARPs) dan market auction preferred. Saham preferen ini memberikan prioritas pilihan kepada pemegangnya. Beberapa prioritas yang ditawarkan antara lain:

1. pemodal berhak didahulukan dalam hal pembayaran dividen;
2. pemodal berhak mendapat pembayaran dividen dengan jumlah tetap;
3. pemodal berhak mendapat pembayaran semua dividen yang terutang pada tahun-tahun sebelumnya;
4. pemodal berhak menukar saham preferen yang dipegangnya dengan saham biasa;
5. pemodal mendapat prioritas pembayaran dividennya menyesuaikan dengan saham biasa.

Baca juga: Pasar Modal; Pengertian, Fungsi dan Manfaat Pasar Modal

Obligasi

Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (pemodal) dan yang diberi pinjaman (emiten). Dengan demikian, surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan yang menerbitkan surat obligasi.

Obligasi Koversi

Obligasi konversi sekilas tidak berbeda dengan obligasi biasa, seperti memberikan kupon yang tetap, memiliki jatuh tempo, dan memiliki nilai pari. Yang membedakannya obligasi ialah konversi dapat ditukar dengan saham biasa. Pada obligasi konversi selalu tercantum
persyaratan untuk melakukan konversi dan tidak sama di antara obligasi konversi satu dan lainnya. Misalnya, setiap obligasi konversi bisa dikonversi menjadi tiga saham biasa setelah 1 Agustus 2006 dengan harga konversi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Right

Bukti right adalah hak bagi pemodal dalam membeli saham baru yang dikeluarkan emiten. Biasanya right ini muncul saat perusahaan membutuhkan tambahan modal dengan cara right issue, dan bagi pemegang saham yang memiliki saham tersebut sampai tanggal cum atau cum date right, maka berhak mendapatkan right.

Right tersebut kemudian digunakan untuk menebus saham baru dengan cara menyetorkan sejumlah uang sebanyak saham yang ditebus. Sebelum batas tanggal penebusan, biasanya right ini bisa diperjual belikan dalam batas waktu tertentu. Jika dalam batasan tersebut right tidak digunakan untuk menebus saham baru, maka akan hangus. Istilah sederhannya right adalah tiket atau kupon untuk menebus saham baru.

Waran

Waran adalah hak untuk membeli saham biasa pada waktu dan harga yang sudah ditentukan. Biasanya waran dijual bersamaan dengan surat berharga lain, seperti saham atau obligasi. Penerbit waran harus memiliki saham yang nantinya dikonversi oleh pemegang waran, namun setelah saham atau obligasi yang disertai waran memasuki pasar, ketiganya dapat diperdagangkan secara terpisah. Bisa juga dikatakan bahwa waran adalah pemanis saat penerbitan saham ataupun obligasi agar lebih banyak diminati oleh investor.

Sama halnya dengan right, waran juga memiliki batas masa berlaku sehingga jika melebihi batas tersebut maka waran akan hangus. Biasanya jangka waktu perdagangan waran lebih panjang jika dibandingkan dengan right, selain waran juga tidak langsung bisa digunakan untuk dikonversikan ke saham, melainkan harus menunggu hingga mature date.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here